Sabtu, 12 Januari 2008

Walikota


Jabatan tertinggi di sebuah kota
Jabatan bergengsi banyak yang suka
Tak sedikit yang tergila-gila
Membayangkan fasilitas yang akan diterima

Walikota selalu dihormati
Walikota selalu didahulukan
Walikota selalu ditinggikan

Rumah jabatan harus ada menurut ketentuan
Mobil dinas juga disediakan
Rekening listrik, air dan telepon tak perlu dipikirkan
Biaya rumah tangga juga diberikan

Hari-hari menghadiri acara
Acara ini acara itu
Meresmikan ini meresmikan itu

Kalauberangkat naik pesawat
Mobil dan supir siap di tempat
Hotel berkelas minimal bintang 4
Waah enak juga menjadi walikota ya

Tapi, siang malam harus siaga dan waspada
Terhadap kemungkinan yang akan menimpa
Bencana dan musibah bisa datang tak terduga

Entah bencana banjir
Entah bencana tanah longsor
Entah bencana kekeringan
Entah bencana kelaparan
Bila datang menimpa warga tanpa rasa belas kasihan
Membuat walikota harus menyingsingkan lengan
Dan langsung turun tangan

Laskar Pajang


Aku ini laskar pajang
Laskar yang terbuang di negara merdeka
Unik memang negeriku ini
Laskar yang berjuang memegang senjata dengan keikhlasan
tidak mendapat perhatian
Tetapi mereka yang berada di belakang layar hanya bermodalkan surat wasiat justru mendapat tempat terhormat
Tetapi laskar pajang yang sejati, tidak pernah peduli
mau diakui atau dihormati
Alias EGP, emang gue pikirin

Ibu


Ibu sosok yang mulia, sanggup berkorban demi keluarga
Ibu sosok yang mengayomi, siapapun merasa terlindungi
Ibu tokoh yang diteladani, tanpa ibu anak-anak akan merasa sepi
Ibu jari ada di tangan
Ibu angkat sepanjang jalan
Ibu kehidupan di tangan Tuhan
Ibu asrama mengatur mahasiswa
Ibu Aida, ibu gubernur kita
Ibu tiang negera, tanpa ibu pincang sebuah keluarga
Ibu tiri selalu dibenci
Ibu sejati ibu yang dicari
Ibu tak pernah menanamkan rasa benci dan iri hati
Ibu selalu menanamkan budi pekerti
Ibu tempat anak-anak bermanja, ibu tempat bapak untuk curhat
Ibu tempat keluarga untuk berunding
Ibu tempat menampung segala hal dan masalah
Tapi siapa yang menampung keluhan ibu sendiri?
Karena ibu juga manusia biasa
Ada rasa sedih, marah, kesal, jengkel dan geram sekali waktu
Itulah yang ditelan ibu sendiri, dengan menangis di dalam hati
Ibu tak mau menampakkan kesedihan
Kekesalan dan kejengkelan di depan anak-anaknya
Ibu benar-benar manusia sejati
Hormat kami padamu Ibu

Jumat, 11 Januari 2008

Bosan


San, aku bosan
Banyak seruan, beda tindakan
Jage kebersihan, yang terjadi sampah dibuang sembarangan
San, aku bosan
Banyak basa-basi bede realisasi
Di depan memuji, di belakang mencaci
Di depan manggut-manggut, di belakang bersungut-sungut
San, aku bosan
Berlagak sok tahu, sebetulnya tidak mampu
Perintah sane perintah sini, marah sane marah sini
Sebetulnya tak tahu apa nak dibuat lagi
San aku bosan
Banyak mimpi daripada terjage
Mimpi nak jadi raje, tapi sayang tak punye istane
San, aku bosan
Semue mengaku jebat, padahal jebat durhake kepade raje
Semue mengaku hebat, padahal semue hanye bicare
Inilah yang terjadi di negeri sekarat
Negerinye kaye rakyatnye melarat
Inilah yang terjadi di negeri seribu satu malam
Negerinya indah rakyatnye gundah
Kalau begitu
Akupun tak perlu lagi bermadah
Puisi ini cukup sampai di sini

Rabu, 09 Januari 2008

Kopi Hitam

24 cawan kopi hitam kerinduan
Telah kubancuh dengan gula manis dan sayang
Menjadi minuman yang mengasyikkan

Berjuta rasa kenikmatan dirasakan
Tapi namanya juga kopi hitam
Walaupun telah dicampur dengan gula
Rasanya pahit tetap ada tersisa

Kopi tetap kopi
rasa cafein yang ada di dalamnya
Membuat orang ketagihan
Tuk mereguknya setiap kali ada kesempatan
Walaupun sadar cafein membahayakan kesehatan
Tapi sulit memberhentikan kenikmatan

Bak kata pepatah melayu
Ditelan mati emak
Diludah mati bapak

Dilema memang
Dan sulit menentukan pilihan
Semoga Tuhan memberi kita pilihan yang tepat dalam perjalanan panjangDi ujung kehidupan, tanpa ada yang menjadi korban

Kadang-kadang Aku Lupa

Kadang-kadang aku
Bahwa usiaku sudah kepala 5

Kadang-kadang aku lupa
Bahwa aku sudah berstatus janda

kadang-kadang aku lupa makan
Karena banyak pekerjaan

Kadang-kadang aku lupa mandi
Karena sibuk sekali

Tapi
Ku tak pernah lupa
Bahwa aku seorang bunda
Dari warga yang berjuta-juta
Ku tak pernah lupa
Bahwa aku seorang ibu dari anak-anak
Ku tak pernah lupa
Bahwa aku seorang perempuan
Bukan seorang jantan
Apalagi seorang pondan
Puasisih.....!

Melayukah Aku


Ape tande orang melayu
Tunjuk ajarnya menjadi penentu
Kepada orang tue hendaklah hormat
Supaye hidup menjadi selamat
Bahasenya santun
Lembut di telinge
Menyape dengan sebutan
Pok long, pak ngah dan pak busu
Itulah sebutan sayang orang melayu
Pak cik, mak cik, emak, bapajk, tok, nek, piot dan oneng
Juga panggilan melayu
Atang, awang, amat, daud, dolah, sti, timah, salmah dan bedah
Ini juge nama khas melayu
Sayang, sebutan dan panggilan itu
Sudah terkikis erosi globalisasi
Sehingga berganti menjadi
Uncle, anti, mami dan papi
Timah menjadi tince
Siti menjadi serly
Dolah menjadi delon
Daud menjadi david
Atan menjadi antoni
Kalau berade di tengah kote
Malu memakai bahasa ibunde
Semue nak mengaku orang kote
Tak ade yang nak jadi orang kampung
Tapi saat pemilihan kepala daerah
Semue berlombe-lombe mengaku anak asli daerah
Akulah si dolah itu, anak pak busu yang lahir di hari minggu
Sebetulnya tak tak susah membuktikan die melayu
Tak perlu test urine ataupun dna
Cukup tanyekan saje pertanyaan ini, "oi nak kemane tu,"
Tak ade jawabnya
Sedang ape? Tak ade, itu juga jawabnya
Ini sudah pasti melayu asli