Sabtu, 12 Januari 2008

Ibu


Ibu sosok yang mulia, sanggup berkorban demi keluarga
Ibu sosok yang mengayomi, siapapun merasa terlindungi
Ibu tokoh yang diteladani, tanpa ibu anak-anak akan merasa sepi
Ibu jari ada di tangan
Ibu angkat sepanjang jalan
Ibu kehidupan di tangan Tuhan
Ibu asrama mengatur mahasiswa
Ibu Aida, ibu gubernur kita
Ibu tiang negera, tanpa ibu pincang sebuah keluarga
Ibu tiri selalu dibenci
Ibu sejati ibu yang dicari
Ibu tak pernah menanamkan rasa benci dan iri hati
Ibu selalu menanamkan budi pekerti
Ibu tempat anak-anak bermanja, ibu tempat bapak untuk curhat
Ibu tempat keluarga untuk berunding
Ibu tempat menampung segala hal dan masalah
Tapi siapa yang menampung keluhan ibu sendiri?
Karena ibu juga manusia biasa
Ada rasa sedih, marah, kesal, jengkel dan geram sekali waktu
Itulah yang ditelan ibu sendiri, dengan menangis di dalam hati
Ibu tak mau menampakkan kesedihan
Kekesalan dan kejengkelan di depan anak-anaknya
Ibu benar-benar manusia sejati
Hormat kami padamu Ibu

Tidak ada komentar: